5 Bagian Penting Dari AC Chiller System dan Fungsinya

No ratings yet.

Sebagai pengguna AC chiller system, Anda memahami dengan baik pentingnya menjaga mesin tetap prima dan bekerja. Eror atau kerusakan pada komponen mesin berisiko tinggi terhadap hasil produksi dalam industri. Sebelum memperbaiki mesin, alangkah baiknya jika Anda mengenali bagian-bagian perangkatnya berikut.

Bagian-bagian AC Chiller system

  1. Chiller

Komponen pertama adalah chiller. Mesin ini berperan aktif mendistribusikan air pada evaporator. Setelah sampai di evaporator, air akan ditransfer lagi menuju FCU. Di pasaran tersedia beberapa model chiller berdasarkan kondensor maupun kompresornya.

Jika Anda membeli chiller berdasarkan kompresornya, maka jenis chiller yang akan Anda temukan adalah chiller screw, chiller reciprocating dan chiller sentrifugal. Sementara untuk chiller berdasarkan kondensornya meliputi AHU, water cooler, dan udara pendingin.

  1. AHU

Merupakan salah satu sistem AC chiller yang bekerja untuk mengonversi panas sebelum didistribusikan pada coil pendingin dan diubah menjadi udara dingin. Chiller yang menggunakan sistem AHU mampu memberikan efek pendinginan lebih besar daripada FCU. Inilah mengapa AHU banyak diinstal di gedung atau unit industri.

  1. Cooling Tower

Komponen ini tidak selalu ditemukan di dalam chiller hanya water cooler saja. Fungsinya sangat dibutuhkan guna mengelola air panas dari filament cooling tower. Perangkat lain yang bersinergi dengan cooling tower adalah mesin blower.

  1. Pompa Sirkulasi

Terdapat dua jenis pompa sirkulasi yang biasa ditemukan pada AC chiller yakni chilled water pump dan selanjutnya condenser water pump. Kedua pompa tersebut sama-sama berperan penting untuk mengalirkan air dingin.

Perbedaannya chilled water pump mengantarkan air dari chiller menuju FCU atau AHU. Sementara condenser water pump mengalirkan air ke cooling tower dari kondensor chiller. Menyesuaikan dengan perangkat yang terinstal di dalamnya.

  1. Sistem Inderect Cooling

Setidaknya ada empat komponen yang bisa Anda temukan pada sistem indirect cooling. Mulai dari filter yang berfungsi untuk penyaringan kotoran, debu dan partikel kotor. Sehingga udara yang dihembuskan ke ruangan adalah udara bersih dan segar. Bukan jenis udara kotor yang mengandung banyak partikel atau mikroorganisme jahat.

Selanjutnya adalah cooler coil yang berfungsi untuk mengatur suhu menjadi lebih rendah dari suhu alami dalam ruangan. Jika ruangan panas, cooler coil akan mengatur dan mengubah udara ruangan menjadi lebih dingin. Di mana suhu dingin yang dihembuskan tidak terlalu dingin menyesuaikan dengan kebutuhan ruangan.

Terakhir adalah centrifugal fan yakni blower atau kipas yang bekerja untuk mengantarkan udara melalui ducting. Sehingga udara dingin bisa didistribusikan merata ke setiap ruangan oleh AC central.

Sebagai pengguna aktif mesin chiller, mengetahui beberapa komponen mesin merupakan tindakan cerdas. Setidaknya, Anda bisa mengetahui komponen apa yang bermasalah saat chiller tidak bisa mengeluarkan udara dingin seperti biasanya.

Dengan mengetahui macam-macam komponen AC chiller system, secara tidak langsung Anda telah membantu merawat chiller agar bertahan lebih lama.

 

Oleh: acwahana.com

Berikan Penilaian