4 Perbedaan Water Cooled Chiller vs Air Cooled Chiller

editor@acwahana on February 4, 2021

Sistem pendingin udara air cooled chiller pada dasarnya sudah digunakan oleh banyak merek AC di dunia. Perangkat ini laris manis di pasaran untuk memenuhi kebutuhan mesin pendingin industri maupun gedung komersial. Seperti restoran, hotel, gedung olahraga, dan sebagainya.

Apa itu pendingin air-cooled?

Istilah water air cooled mungkin jauh lebih familier daripada pendingin air-cooled. Perangkat pendingin air juga jauh lebih banyak diinstalasi daripada perangkat pendingin udara. Beberapa pihak menilai water cooled chiller jauh lebih efisien dan cepat dalam mendinginkan suatu ruangan.

Tapi tahukah Anda jika dilihat dari kompresor sentrifugal dan kecepatan variabel terkontrol. Jenis pendingin air-cooled jauh lebih baik dari perangkat pendingin air. Pendingin air-cooled bekerja dengan cara menyerap panas kemudian mendistribusikan kalor tersebut ke udara di sekitar perangkat pendingin.

Pada dasarnya, baik water cooled chiller maupun pendingin air-cooled keduanya memiliki mekanisme kerja yang serupa. Masing-masing juga terdiri dari perangkat evaporator, katup ekspansi, kondensor serta kompresor. Perbedaan paling mencolok antara kedua perangkat ini terdapat pada bahan bakarnya.

Perbedaan water cooled chiller vs air cooled chiller

Agar lebih memahami perbedaan antara kedua perangkat pendingin tersebut. Simak informasi menarik berikut ini:

  1. Suhu

Suhu udara yang dihasilkan oleh kedua perangkat bisa jadi sama atau berbeda tergantung dari kualitas produknya. Tapi rata-rata mesin pendingin air-cooled lebih baik dalam menghasilkan suhu udara dingin daripada water cooled chiller.

Suhu yang dihasilkan oleh mesin ini jauh lebih stabil sehingga udara yang tercipta di dalam ruangan akan tetap dingin. Walau terjadi perubahan cuaca ekstrem di luar ruangan dengan derajat panas yang lebih tinggi.

2. Cara pemasangan

Dari segi permodalan, memasang AC air chiller disebut-sebut lebih terjangkau harganya daripada pendingin udara bertenaga air. Pendingin air-cooled juga bisa diinstalasi di mana saja entah itu di lantai atau langit-langit ruangan.

Pengguna bisa menyesuaikan kebutuhan instalasi dengan struktur bangunan. Jika bangunan lebih sempit dan ingin interior lega, umumnya chiller dipasang di langit-langit.

3. Maintenance

Sebagai perangkat berkelanjutan yang digunakan sehari-hari, AC harus dirawat secara berkala. Tahukah Anda jika total biaya perawatan yang dibutuhkan untuk maintenance air-cooled unit jauh lebih terjangkau?

Ini karena mekanisme kerja perangkatnya yang menurunkan produksi debu dan kotoran pada tiap komponennya. Waktu yang dibutuhkan untuk merawat AC chiller cooled juga jauh lebih lama daripada water cooled chiller.

4. Biaya operasional

Ada beberapa jenis biaya yang harus diperhatikan setelah memasang pendingin udara. Mulai dari biaya servis, pergantian komponen atau mesin hingga biaya energi listrik.

Berdasarkan pada penggunaan energi listriknya,  pendingin air-cooled jauh lebih hemat listrik. Anda yang tertarik menghemat listrik saat mengoperasikan AC silakan instalasi pendingin air-cooled.

Itulah informasi tentang air cooled chiller, salah satu sistem AC yang banyak digunakan di gedung berukuran besar di dunia.

Oleh: acwahana.com

×

Hallo!

Klik kontak Whatsapp dibawah untuk chat dengan admin AcWahana

×