5 Masalah yang Sering Ditemui Pada AC Chiller Industri

editor@acwahana on March 15, 2021

AC chiller industri merupakan mesin berteknologi mutakhir yang membantu manusia meringankan pekerjaan mereka. Tanpa chiller, proses pendinginan ruangan tidak akan berjalan lancar. Padahal, suhu dingin amat sangat dibutuhkan untuk menjaga mutu suatu barang. Sayangnya sering kali ada beberapa masalah yang ditemui pada chiller industri seperti berikut ini.

Daftar masalah yang sering ditemukan pada AC chiller industri

  1. Suhu Penguapan Chiller Rendah

Anda yang tidak familier dengan operasional chiller, mungkin kurang familier dengan perangkat tersebut. Padahal chiller hadir di sekitar kita dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produksi.

Tahukah Anda, jika salah satu penyebab chiller industri tidak mampu bekerja normal karena suhu penguapan rendah? Lantas, berapa derajat suhu penguapan yang normal untuk satu perangkat chiller?

Perangkat chiller normalnya membutuhkan suhu penguapan 5-10 derajat lebih kecil dari suhu keluaran. Otomatis jika derajatnya lebih rendah dari itu maka beban chiller semakin besar diikuti dengan lonjakan energi.

2. Chiller Kekurangan Flour

Kegagalan operasional AC Chiller juga disebabkan oleh kurangnya tekanan pengatur rendah. Kondisi ini mengakibatkan katup ekspansi chiller tidak dapat bekerja secara normal. Sementara, katup ekspansi membutuhkan rangsangan positif untuk dapat mengalirkan udara.

3. Knalpot Chiller Over Heating

Ada banyak sekali masalah yang teknisi temukan saat merawat chiller tidak terkecuali kondisi knalpot yang terlalu panas. Kondisi ini disebabkan karena peningkatan suhu kompresi, pemanasan motor, tekanan kondensasi yang terlampau tinggi dan lainnya.

Gambaran lebih jelas mengenai knalpot terlalu panas hanya bisa diketahui ketika teknisi memeriksa dan mencari tahu akar permasalahannya. Perbaikan yang tidak pada tempatnya justru membuat knalpot chiller semakin bermasalah yang juga berpengaruh terhadap operasional chiller.

4. Stroke Cair

Apa yang harus Anda lakukan untuk menghindari stroke cair? Alangkah baiknya jika Anda memastikan suhu inhalasi berada dalam ambang batas normal. Tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil.

Tapi hindari juga derajat suhu inhalasi yang lebih rendah dari suhu penguapan. Atur suhunya sekitar 5-10 derajat Celsius lebih tinggi dari suhu penguapan. Agar lebih mudah, minta saja jasa pemasangan chiller untuk mengatur suhu ketika mereka selesai instalasi perangkatnya.

5. Rendahnya Suhu Gas Buang Chiller

Dan permasalahan umum yang juga sering dihadapi oleh jasa maintenance chiller adalah rendahnya suhu gas buang perangkat.  Hal ini disebabkan karena aliran refrigeran tidak berjalan dengan lancar namun berhenti di sistem pendingin.

Selain itu, rendahnya suhu gas buang chiller juga disebabkan karena penyumbatan katup ekspansi. Di mana debu atau kotoran tidak dibersihkan secara maksimal dan berkala.

Itulah beberapa masalah yang sering dihadapi pengguna chiller. Permasalahan tersebut masih bisa diatasi ketika Anda mengunjungi teknisi berpengalaman.

Minta teknisi atau jasa service untuk merawat chiller Anda dengan sempurna. Hingga tidak ada kerusakan atau masalah lainnya yang ditemukan setelah perangkat di bawa pulang. Kerusakan AC chiller industri tidak hanya merugikan Anda tapi juga perusahaan yang Anda jalankan, maka rawatlah perangkat pendingin dengan baik.

Oleh: acwahana.com

×

Hallo!

Klik kontak Whatsapp dibawah untuk chat dengan admin AcWahana

×
preloader